Monday, October 17, 2011

they just are.

kami tahu, mustahil jika mengharap orang lain berputar mengelilingi dunia kami.
tapi tolong, hargai apa yang kami lakukan.



kami memang demikian adanya.
mendulang prestasi dengan merangkai frase.
mengemis pundi dari bersilat lidah.
tapi maaf, silat bukan sembarang silat; kami punya otak dan kapabilitas.

jangan melihat lantas mencibir.
jangan mengenal lantas jadi apatis.
jangan menghakimi berdasarkan apa yang kalian ketahui.
lihat! seberapa besar kacamata yang kalian gunakan untuk mengintip cakrawala dunia kami?

dunia kami mungkin kotor.
tapi paling tidak kami peduli.

jika bukan kami, siapa lagi?
kalian mau?
mendengar saja sudah buang muka.

dunia kami mungkin munafik.
tapi paling tidak kami tidak picik.

maaf, pernahkah kalian berpikir bahwa masalah di dunia ini bukan hanya terbatas pada masalah kalian seorang?
maaf, dunia ini bukan hanya soal apa yang akan kalian beli untuk menu makanan hari ini atau sepuluh tahun lagi.
tapi apakah seluruh orang Indonesia masih bisa makan sepuluh tahun lagi akibat ancaman krisis pangan global yang sedang terjadi saat ini.

tidak pernah?
kami tidak heran.

maaf, kami lupa bahwa masalah-masalah ini hanya ada dalam dunia kami.
benar, inilah dunia kami.
dunia kami yang luas dan tidak pernah terbayangkan oleh kalian.

dunia yang sama dengan dunia dimana kalian menutup mata.


jadi tolong.
jangan berbicara seolah kalian tahu segalanya mengenai apa yang kami lakukan.
tidak, sedikitpun kalian tidak tahu. tidak barang secuil pun.

No comments:

Post a Comment